Promosi

Ngaji Bareng Kepala Sekolah (III): Ramadan - Momentum Reset Hati dan Iman


SUMBANG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Sumbang menggelar kegiatan "Ngaji Bareng" yang diikuti oleh seluruh kepala sekolah jenjang TK, SD/MI, serta SMP/MTs se-Kecamatan Sumbang pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan yang bertempat di Aula Dwija Panumbang ini merupakan bagian dari rangkaian amaliah Ramadhan 1447 H untuk memperkuat spiritualitas para pendidik.


Acara yang berlangsung pada Jumat ketiga bulan suci ini menghadirkan Ustazah Tartila Aulia Waty, S.Pd. sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya yang bertajuk "Ramadhan: Momentum Reset Hati dan Iman", ia menekankan bahwa bulan puasa adalah kesempatan bagi umat beriman untuk melakukan "pembersihan total" layaknya perangkat elektronik yang perlu diatur ulang.


Analogi Perangkat Elektronik dan Cermin Hati

Ustazah Tartila menjelaskan bahwa setelah sebelas bulan beraktivitas, "sistem operasi" kehidupan manusia seringkali mengalami penurunan performa akibat tumpukan dosa dan kesibukan duniawi.


"Seringkali, ketika perangkat kita mulai lambat, lemot, atau error, kita melakukan restart atau reset. Nah, bulan Ramadhan yang mulia ini adalah momen reset yang Allah berikan untuk mereset ulang sistem operasi hati dan iman kita," ujar Ustazah Tartila di hadapan para kepala sekolah.


Selain analogi teknologi, ia juga menggambarkan hati manusia layaknya sebuah cermin. Debu-debu noda hitam yang menempel akibat dosa kecil jika dibiarkan akan menjadi karat (ar-ran) yang menutupi hati. Ramadhan hadir sebagai "mesin cuci" raksasa agar pribadi kembali bersih dan fitrah.


Tiga Langkah Strategis "Reset" Hati

Dalam ceramahnya, Ustazah Tartila membagikan tiga langkah utama bagi para kepala sekolah untuk mengoptimalkan momentum ini:

  • Mengosongkan Data Buruk: Menghapus "data corrupt" berupa dosa dan kebiasaan buruk melalui bertaubat dan memperbanyak istighfar.

  • Menginstal Program Baru: Mengisi hati dengan amal ibadah dan akhlak mulia, seperti tadarus Al-Qur'an dan sedekah.

  • Menjaga Stabilitas Sistem: Menjaga konsistensi (istiqamah) dengan mengendalikan lisan, pandangan, dan pendengaran dari hal-hal yang tidak bermanfaat.


Pit Stop Kehidupan

Menutup ceramahnya, ia memberikan perumpamaan inspiratif mengenai mobil balap Formula 1 yang harus masuk ke pit stop untuk mengganti ban dan mengisi bahan bakar agar bisa melaju kencang kembali.

 

"Dunia ini adalah sirkuitnya, Ramadhan adalah pit stop-nya. Di sinilah Allah sebagai 'Mekanik' terbaik kita. Kita perbaiki bagian mesin yang rusak dengan taubat agar setelah Ramadhan kita bisa melanjutkan 'balapan' kehidupan dengan lebih fokus meraih ridha Allah."


Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penyegaran spiritual bagi para kepala sekolah di lingkungan PGRI Cabang Sumbang, sehingga mereka dapat kembali menjalankan amanah pendidikan dengan hati yang lebih bersih dan iman yang lebih kokoh.



Penulis: Infokom PGRI Cabang Sumbang 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url