Promosi

Ngaji Bareng Kepala Sekolah (I): Menjadikan Puasa sebagai Madrasah Kesalehan Sosial



SUMBANGPGRI Cabang Sumbang mengadakan Gebyar Ramadhan 1447 H berupa Ngaji Bareng Bagi Kepala Sekolah TK, SD/MI, SMP/MTs yang merupakan rangkaian Kegiatan Amaliyah Ramadhan PGRI Cabang Subang yang dilaksanakan di Aula Dwija Panumbang, Jumat 20 Februari 2026. Menghadirkan pemateri Yosa Wananda, M.Pd., yang merupakan Guru PAI SD Negeri 2 Susukan. Pengajian ini mengangkat tema penting mengenai upaya meraih takwa melalui kesalehan individual dan sosial di bulan Ramadan.


Menyikapi Perbedaan dengan Kedewasaan

Dalam penyampaiannya, Yosa mengajak para Kepala Sekolah untuk tidak resah terhadap perbedaan awal puasa yang terkadang terjadi antara organisasi NU dan Muhammadiyah. Beliau menekankan bahwa kedua organisasi tersebut memiliki jauh lebih banyak persamaan, terutama dalam kontribusi pembangunan bangsa dan perdamaian. Menurutnya, energi umat seharusnya dialihkan untuk memperkuat kerja sama ketimbang meributkan perbedaan.


Esensi Takwa dan Puasa yang Tersembunyi

Mengutip pemikiran Mbah Nun, pemateri menjelaskan bahwa takwa lahir saat seseorang tetap menjalankan kewajiban meskipun terasa berat atau secara manusiawi tidak disukai. Sesuai dengan QS. Al-Baqarah ayat 183, tujuan akhir dari puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa.

Lebih lanjut, Yosa menjelaskan bahwa puasa adalah ibadah "Anti-Riya". 


"Tidak ada yang tahu seseorang berpuasa atau tidak kecuali dirinya dan Allah. Kejujuran untuk tidak makan dan minum meski sedang sendirian membuktikan bahwa niat utama kita hanyalah mencari rida Allah, bukan pujian manusia," tuturnya merujuk pada keistimewaan puasa dalam hadits qudsi.


Meningkatkan Kesalehan Sosial di Era Digital

Puasa juga dipandang sebagai madrasah untuk melatih kepekaan sosial. Yosa mengingatkan pentingnya menjaga lisan dari dusta, ghibah, maupun ucapan yang menyakitkan. Beliau menekankan bahwa ibadah tidak akan sempurna jika tidak diiringi dengan kepedulian nyata kepada sesama, seperti membantu mereka yang kesulitan.

Di era modern, kesalehan sosial juga harus merambah ke dunia maya. Para pendidik diharapkan menjadi agen perdamaian dengan menggunakan media sosial secara bijak dan menahan diri dari komentar-komentar negatif.


Harapan untuk Perubahan Perilaku

Menutup tausiyahnya, Yosa berharap agar ilmu yang didapatkan tidak hanya menjadi pengetahuan di lisan saja, tetapi benar-benar meresap ke dalam hati dan terwujud dalam perilaku sehari-hari seluruh Kepala Sekolah di lingkungan Korwilcam Dindik Sumbang.


Penulis: Infokom PGRI Cabang Sumbang

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url